Minggu, 21 April 2013

Keunggulan Printer Laser Ketimbang Printer Inkjet

detail berita
Mekanisme kerja printer laser (Foto: Printercartridgesonline)

JAKARTA - Perangkat printer di Indonesia, berdasarkan riset yang diungkap Fuji Xerox Indonesia, sebagian besar pengguna masih menggunakan model printer inkjet. Seperti yang diungkap Teddy Susanto, Country Sales Manager Fuji Xerox Indonesia, alasan orang pakai printer inkjet ialah, printer inkjet lebih murah ketimbang printer laser.



Padahal, menurutnya printer laser menjanjikan kualitas dan kecepatan lebih cepat ketika mencetak dokumen, baik teks maupun gambar. Ia menjelaskan, misalnya printer laser seharga Rp850 ribu mampu mencetak 1.000 halaman. Sedangkan, printer inkjet yang berada di kisaran Rp300 ribu hanya mampu mencetak 100 halaman.

"Ini terkait edukasi, mindset, pola pikir. Beli injket Rp300 ribu dibandingkan laser Rp850 ribu. Orang Indonesia senang paket yang kecil-kecil, beli ketengan," tutur Teddy di Jakarta, (26/2/2013).

Ia mengatakan, dengan selisih harga hanya sekira 2,5 kali lipat lebih tinggi tersebut, printer laser sebenarnya jauh lebih irit ketimbang printer inkjet. Ia menjelaskan populasi pengguna printer inkjet dan laser di seluruh dunia.

"Secara worldwide (seluruh dunia), pengguna printer laser 40 persen, sementar printer inkjet 60 persen. Kalau segmen konsumen, di Asia printer laser 30 persen, 70 persen printer inkjet. Di indonesia, 90 persen printer inkjet dan sisanya pakai printer laser," jelasnya.

Ia berharap 3 atau 5 tahun ke depan di Indonesia, printer laser akan memiliki perbandingan jumlah pengguna yang serupa dengan printer inkjet. Lebih lanjut Teddy menjelaskan, menurut Data IDC 2012 Q3, Fuji Xerox memimpin di atas pertumbuhan pasar, yakni 24,6 persen.

Ia mengatakan, tren pasar printer laser naik 2,7 lebih besar. "Sebagian besar konsumen, 90 persen pakai printer inkjet. Kalau di SME (Small Medium Business) dan government (pemerintah) pakai laser," imbuhnya.
Fuji xerox tidak menyarankan re-fill pada printer inkjet. Sebab menurutnya, ini bisa terjadi kerusakan dan menghilangkan garansi. "Re-fill inkjet enggak pakai kualitas kontrol yang tepat," pungkasnya.
 sumber http://techno.okezone.com